Coaching Wirausaha, Solusi Kreatif Mengoptimalkan Potensi Personal Mahasiswa

Kerjasama pengembangan wirausahawan muda yang dilakukan oleh Pemerintah Canada melalui Humber Business School dengan menggandeng 7 (tujuh) perguruan tinggi di Sulawesi yang dielaborasi dalam tajuk “Sulawesi Economic Development Strategy Project” -SEDS Project- sudah sampai pada tahapan akhir dari 5 (lima) tahun kerjasama yang disepakati. Workshop #6 tentang Coaching and Mentoring menjadi penanda bahwa proyek akan segera berakhir. Di sesi workshop kali ini, keterampilan peserta semakin dilecutkan dengan membekali kemampuan untuk melakukan coaching. Materinya tidak teoritis, tetapi langsung melakukan praktik riil dengan menghadirkan coachee dari kalangan mahasiswa yang sementara merintis bisnis.

 

Fasilitator yang dihadirkan dalam workshop kali ini adalah Mas Ibnu Wahid, Akademisi UGM dan Coach yang aktif membina pelaku UMKM. Selama 5 (hari) kami semua benar-benar digembleng agar dapat melakukan praktik coaching secara profesional melalui metode Neuro Linguistic Programming (NLP). Dikutip dari http://www.bisniscoaching.com “Secara umum coaching adalah program kemitraan antara coach (yang memberikan materi coaching) dengan audience, agar klien terinspirasi untuk memaksimalkan potensi dalam dirinya. Dalam hal ini, coach menghargai kliennya sebagai orang yang ahli dalam suatu bidang kehidupan dan pekerjaannya”. Menyimak definisi tersebut, tugas seorang coach tentu tidaklah mudah, karena kesuksesannya tidak hanya bertumpu pada kemampuan seorang coach tetapi penerimaan atau kesediaan seorang coachee untuk konsisten dan sadar untuk menjalankan kesepakatan yang telah dibuat saat sesi coaching. Menjadi sedikit sulit karena kemampuan coach dilihat dari kesanggupannya menginspirasi coachee agar potensinya bisa melejit. Paling tidak ada tiga tanggung jawab seorang Coach, meliputi (1) Membantu individu untuk tumbuh dan memaksimalkan potensinya; (2) Membantu individu serta tim untuk menemukan solusi dan menentukan starteginya sendiri dari tantangan yang dihadapinya; dan (3) Memotivasi individu untuk melakukan aksi dalam upaya melahirkan perubahan nyata

Oleh karena itu, saling percaya harus tumbuh secara timbal balik. Coach percaya dan meyakini kemampuan coachee nya dan coachee yakin dengan keterampilan coach nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *